Wowwww...amazing kurang dari 1,5 th I get Two boy....amazing life,....
Two boy yang bener - bener berbeda, satu dengan kulit bersih (bahkan dari lahirnya sebelum dibersihkan dokter, tampak ia berkilaou tak terlihat darah di sekujur tubuhnya, seperti sudah dimandikan), wajah menawan, hidung mancung, alis lebat bulu mata panjang, daaaannnnnnnn super duper aktif dari kecil, sebanding dengan perkembangan motoriknya yang wowww bikin decak kagum, cepet banget, mulai ngankat kepala, tengkurap, guling guliing, merangkak, jalan dan sampai titik berlari. Yupp he is my baby Azka
Nah yang kedua ini kayaknya agak berbeda (jadi merasa bersalah, cos waktu pregnant baby abil, emaknya gak rutin check ke dokter dan minum vitamin, secara mihil buukkk, 500 sekali dateng ke dokter),
Kulitnya hitam, rambut yang jarang, badan bulet gendut, mata yang sering belekan, tapi tetep khasnyya emaknya nempel, hidung mancung, but anyway busway meski begitu, my second prince manis kok dengan pesonanya yang item...hehee...luv u baby abil, gara gara endutnya mungkin ampe tiga bulan plus- plus blom juga bisa tegak kepalanya terangkat, apalagi tengkurep, Semangaatttt baby abil ^_^
Yang paling menyenangkan adalah, keberssamaan mereka, apalagi ketika
melihat si kaka azka menyayang adeknya, wuihhhh gak nyesel punya baby
dua sekaligus , dengan resiko tundem nursing, yang wowww sensasi
capeknya and ribetnya luar biasa, heheee....emak - emak sok kuat lah....
Dalam suci kou berikanku nafas, jiwa, rasa, dan suratan... yang kini dijalani sebagai cerita... dimana harus dimulai.... dan berakhir sebagaimana mestinya...
Senin, 23 Maret 2015
Sabtu, 28 Februari 2015
SECOND SEACAR
Hamil dengan jarak dekat ngak pernak kebayang dalam angan-anganku,
secara merawat satu baby aja tanpa asisten ribetnya minta ampun, apalagi
dengan proses sc, tapi apa daya manusia jika Tuhan telah berkehendak "
kun fayakun"
Yupp akhirnya aku harus melalui sc yang kedua, cos baby abil ada sebelum genap 1,5 tahun azka, yang mana si kakak lahir dengan sc, cos pertimbangan rahim belom siap jadi musti diagendakan sc sebelum HPL.
Pilihan sc yang semula jatuh pada tanggal 13 desember (biar kembaran ma tanggal lahir emaknya), karena bla bla bla yang udah aku jelasin di tread sebelumnya berubahlah jadi tgl 15 desember 2014 pas hari senin.
Sc diagendakan jam 8, jam tujuh lebih 5 kami sampai di pelataran RS Griya Husada Madiun, langsung registrasi, nyiapin peralatan mom n baby afther SC, masuk ruangan ganti kain jarik, dipasang infus , kateter, suntik, minum sirup anti mual (malah bikin brasa mual, rasanya kyak bau obat maag minumnya 5sendok kyaknya, perasaan pas sc pertama cuma satu sendok), lalu dipindahkan ke ruang operasi,suasana ruangan ngak jauh beda dengan di Sekar Wangi cuma kayaknya agak rapi dikit (tapi aku ngak denger lagu lagu yang diputerin kayak di Sekar Wangi...heheee), disitu ada satu dokter anastesi (dah beruban semua rambutnya, tapi kliatan masih energik), satu perawat perempuan dan dua perawat laki (haduhhh bkin ngak enak nih, kayaknya personil lakinya banyak dokter anaknya juga laki).
Setelah dipindahin di bed operasi, sambil sang dokter anastesi berkali-kali mengingatkanku untuk berdoa hidungku dipasang oksigen bentuk selang (hmmm pas d Sekar wangi gak pake di oksigen tuh), lalu aku disuruh miring dan beberapa saat aku tidak sadar berasa di dimensi lain, sampai remang remang kudengar suara untuk mencoba mengangkat kaki, perlahan lahan makin jelas dan makin aku merasakan letak seluruh anggota badanku, dan aku dapat merasakan penuh apa yang terjadi diseluruh anggota badankku, welll ternyata aku telah disuntik bius lokal, usut punya usut setelah di cek berkali kali oleh dokter anastesinya untuk mengangkat maupun mencubit, aku tetap merasakannya, so kesimpulannya bius lokal tidak mempan kali ini, kemudian aku kembali di oksigen dengan model kop, seketika secara perlahan aku kehilangan diriku, yang aku rasakan hanya suara suara tidak jelas yang seolah olah bersembunyi dibalik bidang bidang yang sangat bersinar, seolah aku tidak menyadari bentukku , aku seolah bagian dari bidang bidang tersebut bukan manusia (aku menyebutnya seolah bagian dari software berasa seperti film MATRIK), dan sampai akhirnya aku remang remang mendengar suara membangunkannku, dan mulai aku bergumam "aku masih hidup, beda sekali dengan azka", berkali kali aku menanyakan kepada suamiku tentang proses yang aku lalui dan babyku, butuh sejam mungkin untuk aku menyadari secara utuh keberadaanku dan semua anggota keluargaku, sakaw tepanya, dan ternyata aku menyadari bahwa sc sudah selesai tanpa aku melihat dokter maya maupun babyku, ahhh merasa kehilangan moment saat itu, tapi yah itulah yang terbaik.
Well, jam 4sore akhirnya aku dipindahkan ke kamar, daaaannn yang aku rasakan hari demi hari, rasa sakit untuk sc yang kedua ini bener bener membekas rasanya, berbeda dengan yang pertama dimana ketika aku pulang di hari ke-3 aku sudah lupa rasa sc itu sendiri dan aku sudah bisa berjalan normal meski untuk peralihan dari duduk atau tidur ke berdiri masih berasa sakit, tapi untuk sc yang kedua ini sampai pulang di hari ke-3 aku masih berjalan perlahan lahan, bahkan butuh pegangan, mandipun masih di atas kursi, butuh hampir dua minggu untuk berjalan normal lagi.
Yuppp, seperti yang dibilang si dokter cantik ketika aku curhat ke dokter, memang sc yang kedua lebih sakit dari yang pertama. Alhamdulillah akhirnya aku bisa sehat kembali meski melalui proses yang bertatih tatih.
Yupp akhirnya aku harus melalui sc yang kedua, cos baby abil ada sebelum genap 1,5 tahun azka, yang mana si kakak lahir dengan sc, cos pertimbangan rahim belom siap jadi musti diagendakan sc sebelum HPL.
Pilihan sc yang semula jatuh pada tanggal 13 desember (biar kembaran ma tanggal lahir emaknya), karena bla bla bla yang udah aku jelasin di tread sebelumnya berubahlah jadi tgl 15 desember 2014 pas hari senin.
Sc diagendakan jam 8, jam tujuh lebih 5 kami sampai di pelataran RS Griya Husada Madiun, langsung registrasi, nyiapin peralatan mom n baby afther SC, masuk ruangan ganti kain jarik, dipasang infus , kateter, suntik, minum sirup anti mual (malah bikin brasa mual, rasanya kyak bau obat maag minumnya 5sendok kyaknya, perasaan pas sc pertama cuma satu sendok), lalu dipindahkan ke ruang operasi,suasana ruangan ngak jauh beda dengan di Sekar Wangi cuma kayaknya agak rapi dikit (tapi aku ngak denger lagu lagu yang diputerin kayak di Sekar Wangi...heheee), disitu ada satu dokter anastesi (dah beruban semua rambutnya, tapi kliatan masih energik), satu perawat perempuan dan dua perawat laki (haduhhh bkin ngak enak nih, kayaknya personil lakinya banyak dokter anaknya juga laki).
Setelah dipindahin di bed operasi, sambil sang dokter anastesi berkali-kali mengingatkanku untuk berdoa hidungku dipasang oksigen bentuk selang (hmmm pas d Sekar wangi gak pake di oksigen tuh), lalu aku disuruh miring dan beberapa saat aku tidak sadar berasa di dimensi lain, sampai remang remang kudengar suara untuk mencoba mengangkat kaki, perlahan lahan makin jelas dan makin aku merasakan letak seluruh anggota badanku, dan aku dapat merasakan penuh apa yang terjadi diseluruh anggota badankku, welll ternyata aku telah disuntik bius lokal, usut punya usut setelah di cek berkali kali oleh dokter anastesinya untuk mengangkat maupun mencubit, aku tetap merasakannya, so kesimpulannya bius lokal tidak mempan kali ini, kemudian aku kembali di oksigen dengan model kop, seketika secara perlahan aku kehilangan diriku, yang aku rasakan hanya suara suara tidak jelas yang seolah olah bersembunyi dibalik bidang bidang yang sangat bersinar, seolah aku tidak menyadari bentukku , aku seolah bagian dari bidang bidang tersebut bukan manusia (aku menyebutnya seolah bagian dari software berasa seperti film MATRIK), dan sampai akhirnya aku remang remang mendengar suara membangunkannku, dan mulai aku bergumam "aku masih hidup, beda sekali dengan azka", berkali kali aku menanyakan kepada suamiku tentang proses yang aku lalui dan babyku, butuh sejam mungkin untuk aku menyadari secara utuh keberadaanku dan semua anggota keluargaku, sakaw tepanya, dan ternyata aku menyadari bahwa sc sudah selesai tanpa aku melihat dokter maya maupun babyku, ahhh merasa kehilangan moment saat itu, tapi yah itulah yang terbaik.
Well, jam 4sore akhirnya aku dipindahkan ke kamar, daaaannn yang aku rasakan hari demi hari, rasa sakit untuk sc yang kedua ini bener bener membekas rasanya, berbeda dengan yang pertama dimana ketika aku pulang di hari ke-3 aku sudah lupa rasa sc itu sendiri dan aku sudah bisa berjalan normal meski untuk peralihan dari duduk atau tidur ke berdiri masih berasa sakit, tapi untuk sc yang kedua ini sampai pulang di hari ke-3 aku masih berjalan perlahan lahan, bahkan butuh pegangan, mandipun masih di atas kursi, butuh hampir dua minggu untuk berjalan normal lagi.
Yuppp, seperti yang dibilang si dokter cantik ketika aku curhat ke dokter, memang sc yang kedua lebih sakit dari yang pertama. Alhamdulillah akhirnya aku bisa sehat kembali meski melalui proses yang bertatih tatih.
Sabtu, 20 Desember 2014
BPJS for SC
My second Pregnant...diawali dengan kasus jarak lahr yang terlampau dekat 6 bln dari sc udah hamil lagi, maka dari awal dr S.Pog aku masih setia dengan dokter Santi Mintarsih mewanti wanti untuk jangan sampai terjadi kontraksi, so jika sudah cukup umur dan bb debaynya segera buat diagendakan untuk sc.
Nah karena dana buat sc aku agendakan dari uang TPP, jadi rada H2C waktu ampe awal desember TPP blom juga kluar, padahal HPL tgl 20 desember, tapi alhamdulillah akhirnya kluar jg, akhirnya tgl 12 desember dengan diantar suami aku check up ke dokter santi untuk sekaligus janjian buat Sc bsok hari tanggal 13 Desember 2014, kami langsung disuruh daftar ke bagian kebidanan di lantai 2, sesampainya disana karena kami ingin memakai BPJS kami dimntalah rujukan dari magetan karena BPJS aku lintas kota, gubraaaakkkk lamat gak bisa sc dengan dokter santi nih, ahhhh rada senewen juga, teman teman biasanya rawat inap disitu juga gak pernah diminta rujukan, napa giliran aku jadi begini ribet, suruh nanya ke bagian BPJS center bisa gak langsung, yah aku dah pesimis pasti gak bisa, bner juga bner g bisa. akhirnya pulang dengan pikiran kosong, udah berasa males mikir tempat buat sc.
sore dengan sedikit terpaksa karena didesak misua akhirnya pergi ke dokter diana, dokter keluarga buat minta rujukan askes, bner juga udah ngantri lama keputusannya tetep sama cuma bisa ngasih rujukan di RSUD magetan atau RS Lanud Iswahyudi, tapi disitu sedikit ada pencerahan karena dokter Diah yang menggantikan dokter Diana ngasih info kalo di RS Lanud juga ada dokter kandungan perempuan dokter Ika, searching di google dokter Ika tuh pindahan dari RS Hermina Jakarta, jadi kayaknya ok nih. agak lega pulang dengan meminta dua rujukan buat jaga-jaga kalo RSUD magetan gak dapat rujukan ke RSI terpaksa alternatif kedua SC di RS Lanud , dan tralalaaaaa.....bener saja esok hari antri di RS magetan petugas di bagian kebidanan udah begaya sok manis tapi tetep nylekit ngomongnya, intinya gak mau ngasih rujukan, tapi ternyata dokter ika pun bertugas di RS itu, cuma kita gak bisa milih dokter, minggu depan udah jadwalnya dokter edi, ahh akhirnya aku pulang dengan tangan kosong.
Diskusi dengan suami dan berbekl cerita operasi adek di RSUD magetan, suami putuskan kita gak usah pake BPJS ambil biaya sc yang agak hemat tapi tetap fasilitas VIP, akhirnya malemnya kita tekadkan niat buat reservasi di Sekar Wangi lagi tanpa menggunakan BPJS tentunya, treeeetttt sampai di situ kita mlah disarankan buat sc di griya husada madiun dengan dokter maya juga, lalu kita disuruh konsul langsung dengan dokter maya yang kebetulan pas praktek, klik setelah ngomong panjang lebar dengan dokte cantik nan ramah dokter Maya Purwaningtias S.Pog, dokter sc nya Azka dulu, akhirnya kita utuskan besok buat survei ke RS Griya Husada Madiun.
Yuppp, begitu nyampai di halaman RS Griya Husada kita ngerasa homely banget, kyaknya lebih nyaman nih dari RSI, masuk tanya tanya ke bagian kebidanan semua ramah banget, intip intip ruang operasi juga ruang kamar semuanya nyaman banget , suami langsung oke, akupun langsung nyaman disitu. klik akhirnya kami putuskan sc disitu dengan dokter mya jam 8 pagi.
Buat info aja., di RS griya husada ini aku ambil kelas lili yang isinya dua orang (mau ambil yg sekamar seorang habis, masuk daftar indent baru adanya pas bsoknya mo pulang, rugi kan jadi g jadi pindah) dengan fasilitas AC, sofa panjang, kamar mandi di dalam dengan air panas dingin, partisinya juga oke meski serambu bisa full mengcover jadi gak bakal kesingkap meski kena angin, nyaman dah lagian pasien yang di sebelahku baru masuk kamar pas malam terakhir aku mo pulang, jadi berasa kamar sendiri aja. Dan intinya kali ini aku habis 10jt 100an trus pas mo pulang di potong sementara oleh BPJS sebesar 3jt, jadi masih bayar 7jt, dua bulan kemudian di telpon lagi dapat pengembalian 2jt kurang 60rb, hmmmm dengar dari cerita teman-teman di RSI jugan teman aku yg operasi di palu setelah aku mereka rata-rata di potong BPJS 6jt, jadi lumayan rugi lah aku cm d ptong 5Jt, tapi Alhamdulillah daripada kalo di sekarwangi mesti full atau di RSUD magetan mlah jadi serem heheeee.
yup untuk cerita sc nya sendiri, baca di postingan berikutnya yah, bner bner pengalaman yang luar biasa berbeda 180 derajat dengan sc pertama. heheee biasa emak emak lebay
Nah karena dana buat sc aku agendakan dari uang TPP, jadi rada H2C waktu ampe awal desember TPP blom juga kluar, padahal HPL tgl 20 desember, tapi alhamdulillah akhirnya kluar jg, akhirnya tgl 12 desember dengan diantar suami aku check up ke dokter santi untuk sekaligus janjian buat Sc bsok hari tanggal 13 Desember 2014, kami langsung disuruh daftar ke bagian kebidanan di lantai 2, sesampainya disana karena kami ingin memakai BPJS kami dimntalah rujukan dari magetan karena BPJS aku lintas kota, gubraaaakkkk lamat gak bisa sc dengan dokter santi nih, ahhhh rada senewen juga, teman teman biasanya rawat inap disitu juga gak pernah diminta rujukan, napa giliran aku jadi begini ribet, suruh nanya ke bagian BPJS center bisa gak langsung, yah aku dah pesimis pasti gak bisa, bner juga bner g bisa. akhirnya pulang dengan pikiran kosong, udah berasa males mikir tempat buat sc.
sore dengan sedikit terpaksa karena didesak misua akhirnya pergi ke dokter diana, dokter keluarga buat minta rujukan askes, bner juga udah ngantri lama keputusannya tetep sama cuma bisa ngasih rujukan di RSUD magetan atau RS Lanud Iswahyudi, tapi disitu sedikit ada pencerahan karena dokter Diah yang menggantikan dokter Diana ngasih info kalo di RS Lanud juga ada dokter kandungan perempuan dokter Ika, searching di google dokter Ika tuh pindahan dari RS Hermina Jakarta, jadi kayaknya ok nih. agak lega pulang dengan meminta dua rujukan buat jaga-jaga kalo RSUD magetan gak dapat rujukan ke RSI terpaksa alternatif kedua SC di RS Lanud , dan tralalaaaaa.....bener saja esok hari antri di RS magetan petugas di bagian kebidanan udah begaya sok manis tapi tetep nylekit ngomongnya, intinya gak mau ngasih rujukan, tapi ternyata dokter ika pun bertugas di RS itu, cuma kita gak bisa milih dokter, minggu depan udah jadwalnya dokter edi, ahh akhirnya aku pulang dengan tangan kosong.
Diskusi dengan suami dan berbekl cerita operasi adek di RSUD magetan, suami putuskan kita gak usah pake BPJS ambil biaya sc yang agak hemat tapi tetap fasilitas VIP, akhirnya malemnya kita tekadkan niat buat reservasi di Sekar Wangi lagi tanpa menggunakan BPJS tentunya, treeeetttt sampai di situ kita mlah disarankan buat sc di griya husada madiun dengan dokter maya juga, lalu kita disuruh konsul langsung dengan dokter maya yang kebetulan pas praktek, klik setelah ngomong panjang lebar dengan dokte cantik nan ramah dokter Maya Purwaningtias S.Pog, dokter sc nya Azka dulu, akhirnya kita utuskan besok buat survei ke RS Griya Husada Madiun.
Yuppp, begitu nyampai di halaman RS Griya Husada kita ngerasa homely banget, kyaknya lebih nyaman nih dari RSI, masuk tanya tanya ke bagian kebidanan semua ramah banget, intip intip ruang operasi juga ruang kamar semuanya nyaman banget , suami langsung oke, akupun langsung nyaman disitu. klik akhirnya kami putuskan sc disitu dengan dokter mya jam 8 pagi.
Buat info aja., di RS griya husada ini aku ambil kelas lili yang isinya dua orang (mau ambil yg sekamar seorang habis, masuk daftar indent baru adanya pas bsoknya mo pulang, rugi kan jadi g jadi pindah) dengan fasilitas AC, sofa panjang, kamar mandi di dalam dengan air panas dingin, partisinya juga oke meski serambu bisa full mengcover jadi gak bakal kesingkap meski kena angin, nyaman dah lagian pasien yang di sebelahku baru masuk kamar pas malam terakhir aku mo pulang, jadi berasa kamar sendiri aja. Dan intinya kali ini aku habis 10jt 100an trus pas mo pulang di potong sementara oleh BPJS sebesar 3jt, jadi masih bayar 7jt, dua bulan kemudian di telpon lagi dapat pengembalian 2jt kurang 60rb, hmmmm dengar dari cerita teman-teman di RSI jugan teman aku yg operasi di palu setelah aku mereka rata-rata di potong BPJS 6jt, jadi lumayan rugi lah aku cm d ptong 5Jt, tapi Alhamdulillah daripada kalo di sekarwangi mesti full atau di RSUD magetan mlah jadi serem heheeee.
yup untuk cerita sc nya sendiri, baca di postingan berikutnya yah, bner bner pengalaman yang luar biasa berbeda 180 derajat dengan sc pertama. heheee biasa emak emak lebay
Langganan:
Postingan (Atom)



















