Sabtu, 28 Februari 2015

SECOND SEACAR

Hamil dengan jarak dekat ngak pernak kebayang dalam angan-anganku, secara merawat satu baby aja tanpa asisten ribetnya minta ampun, apalagi dengan proses sc, tapi apa daya manusia jika Tuhan telah berkehendak " kun fayakun"

Yupp akhirnya aku harus melalui sc yang kedua, cos baby abil ada sebelum genap 1,5 tahun azka, yang mana si kakak lahir dengan sc, cos pertimbangan rahim belom siap jadi musti diagendakan sc sebelum HPL.

Pilihan sc yang semula jatuh pada tanggal 13 desember (biar kembaran ma tanggal lahir emaknya), karena bla bla bla yang udah aku jelasin di tread sebelumnya berubahlah jadi tgl 15 desember 2014 pas hari senin.

Sc diagendakan jam 8, jam tujuh lebih 5 kami sampai di pelataran RS Griya Husada Madiun, langsung registrasi, nyiapin peralatan mom n baby afther SC, masuk ruangan ganti kain jarik, dipasang infus , kateter, suntik, minum sirup anti mual (malah bikin brasa mual, rasanya kyak bau obat maag minumnya 5sendok kyaknya, perasaan pas sc pertama cuma satu sendok), lalu dipindahkan ke ruang operasi,suasana ruangan ngak jauh beda dengan di Sekar Wangi cuma kayaknya agak rapi dikit (tapi aku ngak denger lagu lagu yang diputerin kayak di Sekar Wangi...heheee), disitu ada satu dokter anastesi (dah beruban semua rambutnya, tapi kliatan masih energik), satu perawat perempuan dan dua perawat laki (haduhhh bkin ngak enak nih, kayaknya personil lakinya banyak dokter anaknya juga laki).

Setelah dipindahin di bed operasi, sambil sang dokter anastesi berkali-kali mengingatkanku untuk berdoa hidungku dipasang oksigen bentuk selang (hmmm pas d Sekar wangi gak pake di oksigen tuh), lalu aku disuruh miring dan beberapa saat aku tidak sadar berasa di dimensi lain, sampai remang remang kudengar suara untuk mencoba mengangkat kaki, perlahan lahan makin jelas dan makin aku merasakan letak seluruh anggota badanku, dan aku dapat merasakan penuh apa yang terjadi diseluruh anggota badankku, welll ternyata aku telah disuntik bius lokal, usut punya usut setelah di cek berkali kali oleh dokter anastesinya untuk mengangkat maupun mencubit, aku tetap merasakannya, so kesimpulannya bius lokal tidak mempan kali ini, kemudian aku kembali di oksigen dengan model kop, seketika secara perlahan aku kehilangan diriku, yang aku rasakan hanya suara suara tidak jelas yang seolah olah bersembunyi dibalik bidang bidang yang sangat bersinar, seolah aku tidak menyadari bentukku , aku seolah bagian dari bidang bidang tersebut bukan manusia (aku menyebutnya seolah bagian dari software berasa seperti film MATRIK), dan sampai akhirnya aku remang remang mendengar suara membangunkannku, dan mulai aku bergumam "aku masih hidup, beda sekali dengan azka", berkali kali aku menanyakan kepada suamiku tentang proses yang aku lalui dan babyku, butuh sejam mungkin untuk aku menyadari secara utuh  keberadaanku dan semua anggota keluargaku, sakaw tepanya, dan ternyata aku menyadari bahwa sc sudah selesai tanpa aku melihat dokter maya maupun babyku, ahhh merasa kehilangan moment saat itu, tapi yah itulah yang terbaik.

Well, jam 4sore akhirnya aku dipindahkan ke kamar, daaaannn yang aku rasakan hari demi hari, rasa sakit untuk sc yang kedua ini bener bener membekas rasanya, berbeda dengan yang pertama dimana ketika aku pulang di hari ke-3 aku sudah lupa rasa sc itu sendiri dan aku sudah bisa berjalan normal meski untuk peralihan dari duduk atau tidur ke berdiri masih berasa sakit, tapi untuk sc yang kedua ini sampai pulang di hari ke-3 aku masih berjalan perlahan lahan, bahkan butuh pegangan, mandipun masih di atas kursi, butuh hampir dua minggu untuk berjalan normal lagi.

Yuppp, seperti yang dibilang si dokter cantik ketika aku curhat ke dokter, memang sc yang kedua lebih sakit dari yang pertama. Alhamdulillah akhirnya aku bisa sehat kembali meski melalui proses yang bertatih tatih.