Hamil dengan jarak dekat ngak pernak kebayang dalam angan-anganku,
secara merawat satu baby aja tanpa asisten ribetnya minta ampun, apalagi
dengan proses sc, tapi apa daya manusia jika Tuhan telah berkehendak "
kun fayakun"
Yupp akhirnya aku harus melalui sc yang
kedua, cos baby abil ada sebelum genap 1,5 tahun azka, yang mana si
kakak lahir dengan sc, cos pertimbangan rahim belom siap jadi musti
diagendakan sc sebelum HPL.
Pilihan sc yang semula
jatuh pada tanggal 13 desember (biar kembaran ma tanggal lahir emaknya),
karena bla bla bla yang udah aku jelasin di tread sebelumnya berubahlah
jadi tgl 15 desember 2014 pas hari senin.
Sc
diagendakan jam 8, jam tujuh lebih 5 kami sampai di pelataran RS Griya
Husada Madiun, langsung registrasi, nyiapin peralatan mom n baby afther
SC, masuk ruangan ganti kain jarik, dipasang infus , kateter, suntik,
minum sirup anti mual (malah bikin brasa mual, rasanya kyak bau obat
maag minumnya 5sendok kyaknya, perasaan pas sc pertama cuma satu
sendok), lalu dipindahkan ke ruang operasi,suasana ruangan ngak jauh
beda dengan di Sekar Wangi cuma kayaknya agak rapi dikit (tapi aku ngak
denger lagu lagu yang diputerin kayak di Sekar Wangi...heheee), disitu
ada satu dokter anastesi (dah beruban semua rambutnya, tapi kliatan
masih energik), satu perawat perempuan dan dua perawat laki (haduhhh
bkin ngak enak nih, kayaknya personil lakinya banyak dokter anaknya juga
laki).
Setelah dipindahin di bed operasi, sambil sang
dokter anastesi berkali-kali mengingatkanku untuk berdoa hidungku
dipasang oksigen bentuk selang (hmmm pas d Sekar wangi gak pake di
oksigen tuh), lalu aku disuruh miring dan beberapa saat aku tidak sadar
berasa di dimensi lain, sampai remang remang kudengar suara untuk
mencoba mengangkat kaki, perlahan lahan makin jelas dan makin aku
merasakan letak seluruh anggota badanku, dan aku dapat merasakan penuh
apa yang terjadi diseluruh anggota badankku, welll ternyata aku telah
disuntik bius lokal, usut punya usut setelah di cek berkali kali oleh
dokter anastesinya untuk mengangkat maupun mencubit, aku tetap
merasakannya, so kesimpulannya bius lokal tidak mempan kali ini,
kemudian aku kembali di oksigen dengan model kop, seketika secara
perlahan aku kehilangan diriku, yang aku rasakan hanya suara suara tidak
jelas yang seolah olah bersembunyi dibalik bidang bidang yang sangat
bersinar, seolah aku tidak menyadari bentukku , aku seolah bagian dari
bidang bidang tersebut bukan manusia (aku menyebutnya seolah bagian dari
software berasa seperti film MATRIK), dan sampai akhirnya aku remang
remang mendengar suara membangunkannku, dan mulai aku bergumam "aku
masih hidup, beda sekali dengan azka", berkali kali aku menanyakan
kepada suamiku tentang proses yang aku lalui dan babyku, butuh sejam
mungkin untuk aku menyadari secara utuh keberadaanku dan semua anggota
keluargaku, sakaw tepanya, dan ternyata aku menyadari bahwa sc sudah
selesai tanpa aku melihat dokter maya maupun babyku, ahhh merasa
kehilangan moment saat itu, tapi yah itulah yang terbaik.
Well,
jam 4sore akhirnya aku dipindahkan ke kamar, daaaannn yang aku rasakan
hari demi hari, rasa sakit untuk sc yang kedua ini bener bener membekas
rasanya, berbeda dengan yang pertama dimana ketika aku pulang di hari
ke-3 aku sudah lupa rasa sc itu sendiri dan aku sudah bisa berjalan
normal meski untuk peralihan dari duduk atau tidur ke berdiri masih
berasa sakit, tapi untuk sc yang kedua ini sampai pulang di hari ke-3
aku masih berjalan perlahan lahan, bahkan butuh pegangan, mandipun masih
di atas kursi, butuh hampir dua minggu untuk berjalan normal lagi.
Yuppp,
seperti yang dibilang si dokter cantik ketika aku curhat ke dokter,
memang sc yang kedua lebih sakit dari yang pertama. Alhamdulillah
akhirnya aku bisa sehat kembali meski melalui proses yang bertatih
tatih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
hanya komentar yg bersifat membangun...tdk menerima kata2 yg tdk sopan....