Selasa, 05 Mei 2015

Episode " NGIRI"



Duh yang si A tiap weekend di ajak suaminya jalan-jalan ke luar kota, si B sering dapat kado istimewa dari suaminya tanah, mobil, tiket jalan-jaln keluar negri, si C selalu tampak sempurna dengan suaminya, si D  duuhhhhh uang kok gak ada habisnya, enteng banget kayaknya ngluarin duit buat shoping, makan -makan jalan-jalan.....ihhhhhh gemes-gemes, napa hidup aku susah banget yak, mau makan aja musti mikir menu seirit-iritnya, gajian baru bisa tanggal 4 aja udah gak bisa makan, cuman bisa makan ubi doank, padahal aku dan suami juga udah PNs, sertifikasi pula aku, kok bisa gini yak hidup aku....susah banget padahal belum nyekolahin anak pula.

YUppppp, that's my real opinion, humanity, be person, "rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri".
Sudah menjadi kodrat manusia selalu diliputi rasa iri terhadap sesuatu yang lebih dari orang lain, diakui atau tidak, rasa itu pasti akan terbersit ketika kita melihat orang lain yang lebih dari kita, but i'm a moslem, Allah is my almighty, bagaimana aku harus memanage dan menata hati ketika melihat kebahagian orang lain, yupppp that's the answer , one word from my dienn "QONAAH", menerima apa yang kita miliki serta bersyukur atasnya itu akan membuat kita tentram, di atas langit masih ada langit, ketika kita mengirikan orang lain yang berada di atas kita, tak akan pernah kita merasa cukup, karena ketika kita berada di posisi mereka yang kita inginkan, kita akan menginginkan lagi orang lain yang lebih dari mereka lagi, dan menyadari bahwa sejatinya tak ada yang sempurna di dunia ini, bisa jadi mereka yang kita irikan tidak lebih beruntung dari kita, atau bahkan boleh jadi merekapun pernah iri dengan apa yang kita punya saat ini.

Allah mengatur dalam Al Qur'an untuk tidak berperilaku riya' pamer, itulah salah satu sebabanya agar tidak terjadi terlalu banyak kecemburuan sosial, agar hati manusia lain bisa lebih terjaga, yang bisa mengakibatkan terjadinya gap sosial tentunya, pembelajaran berharga buat diri aku sendiri juga pembaca blog ini, sesungguhnya tidak ada yang sempurna di dunia ini, mereka yang tampak sempurna di mata kita, pasti mempunyai kekurangan yang belom kita ketahui, hanya saja mereka terlalu pintar untuk mengcover kekurangannnya, sehingga tampak begitu sempurnanya kehidupan mereka, seolah tidak ada sedikitpun cacatnya, hingga membuat kita iri melihatnya karena yang kita rasakan banyak sekali kekurangan yang kita punya, sedang yang kita lihat banyak  sekali kelebihan yang mereka punya.

Bersyukur dan bersyukur, banyak cara untuk kita bersyukur, salah satunya dengan memberi kebahagian kepada orang lain yang lebih membutuhkan, saat ini keluuraga aku masih banyak membutuhkan uluran tanganku, jadi wajar jika aku mengurangi kesenagannku untuk sekadar berbagi kesengan dengan mereka, Alhamdulillah, nikmatnya luar biasa ketika aku melihat mereka bahagia dengan sedikit uluran tanganku, itu yang membuat aku berbeda dan spesial daripada mereka, karena mereka memang dilahirkan dari keluarga yang berkecukupan, sehingga apa yang mereka capai saat ini bisa mereka nikmati sendiri, sedang aku masih harus berbagi dengan keluargaku.

Begitu istimewanya hidupku, setiap perjuangan yang aku lalui tampak begitu panjang, tapi justru inilah yang membuat pribadiku menjadi sosok yang mandiri, kuat dan tegar, hingga kadang tampak antagonis dengan semua kedisiplinanku.
Begitu indahnya hidupku, semua harus aku lalui dari tidak ada menjadi ada, baik harta maupun kasih sayang.
Tuhan, beri aku kesempatan untuk memberi kebahagiaan untuk keluargaku, terutama untuk orangtuaku, jangan sampai mereka kekurangan sedikitpun, fasilitas yang aku nikmati saat ini semoga merekapun bisa merasakannya, AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hanya komentar yg bersifat membangun...tdk menerima kata2 yg tdk sopan....